Harga Beras Melonjak, Warga Desa Gemilang Tetap Adem Ayem

Menurut Kementerian Pertanian, konsumsi beras penduduk Indonesia mencapai 102 kg per kapita per tahun. Konsumsi beras nasional ini merupakan yang tertinggi di Asia, karena beras sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari budaya pangan nasional kita.

Tapi sejak dua pekan terakhir, harga beras di beberapa daerah seperti di Kota Bogor naik minimal 15 persen. Harga beras naik dari Rp 1.000-Rp 2.000 per kilogram. Harga beras termurah Rp 8.500 per kilogram yang sebulan sebelumnya masih Rp 6.500 per kilogram. Kenaikan harga beras berdasarkan informasi yang diketahui para pedagang terkait banyak daerah yang gagal panen. Dengan kenaikan ini pedagang dan konsumen rugi.

Lain cerita dengan Desa Gemilang binaan Al Azhar Peduli Ummat yang tetap adem ayem meski harga bahan pokok ini mulai bergerak naik. Melalui program Indonesia Gemilang, Al Azhar Peduli Ummat memberdayakan masyarakat desa dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dengan  membantu meningkatan produktivitas petani, menciptakan kemandirian petani dalam pupuk dan bibit, serta sistem penyimpanan dan penjualan hasil.

Peningkatan produktifitas petani diawali dengan meningkatkan pengetahuan dan keahlian petani melalui Saung Ilmu. Saung Ilmu adalah pusat informasi, pengetahuan, dan interaksi petani yang dilengkapi dengan multimedia dan pendamping dalam hal ini dilakukan oleh Relasimas (Relawan Sahabat Masyarakat).

Untuk menciptakan kemandirian petani dalam pengadaan pupuk, APU mendirikan Rumah Rabuk yaitu tempat pengolahan limbah tani/ternak menjadi pupuk organik seperti yang sudah dilakukan di Desa Gemilang Desa Baran dan Mundu, Wonogiri.

APU juga membantu para petani dalam mengelola sistem penyimpanan dan penjualan hasil produksi. Akses pembiayaan bagi petani ini sesuai dengan tradisi petani melalui program Sejuta Berdaya yang dikelola oleh KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat).

Dalam peningkatan kapasitas pendamping dan kelompok tani, APU juga telah bekerjasama dengan BB Padi. Desa-desa binaan APU yang saat ini jumlahnya ada 35 desa dari 11 provinsi akan menjadi implementator hasil penelitian dan inovasi tanaman padi BB Padi.

Harga beras naik, masyarakat Desa Gemilang tak panik. Sistem ketahanan pangan telah berjalan dengan baik, Petani Sejati (sejahtera, terampil, inovatif) Desa Gemilang-Al Azhar Peduli untuk ketahanan pangan Indonesia.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please type the characters of this captcha image in the input box

Please type the characters of this captcha image in the input box