Relawan APU ; Pahlawan Tanpa Tanda-tanda Lelah

Menjadi Relawan itu harus kreatif, inovatif, memiliki jiwa sosial, relijius, bertanggung jawab dan disiplin. Dan yang paling penting adalah siap bertugas di daerah terpencil atau desa binaan Al Azhar Peduli Ummat dimanapun di wilayah Indonesia.

Waluyo adalah satu diantara sosok relawan tangguh lainnya yang tersebar di Desa Gemilang. Ia memilih jadi relawan Al Azhar Peduli Ummat karena tertarik dengan program Indonesia Gemilang yang bertujuan memberdayakan masyarakat desa secara komprehensif terukur dan berkelanjutan. Karena ketertarikannya itulah Waluyo menginjakkan kakinya di Kalimantan Tengah dengan modal ketulusan.

Lima bulan di Kalimantan Tengah, pria lulusan IPB ini menerapkan ilmu yang ia dapat kepada masyarakat setempat. Dengan model ketulusannya, Waluyo mengharapkan mendapatkan feed back yang juga sebuah ketulusan dari masyarakat. Dengan begitu diharapkan program yang diembankan oleh APU di atas pundaknya berjalan dengan baik. Demikian harapannya.

Dari Kalimantan Tengah, Waluyo berpindah ke Kalimantan Selatan. Dalam kurun waktu 6 bulan, Waluyo menangani dua desa, Tibarau Panjanhg dan Teluk Kepayang. Di Desa Tibarau Panjang, Waluyo menjadi Da’i Sahabat Masyarakat (DASAMAS) sekaligus pembimbing kelompok tani masyarakat, dan di Desa Teluk Kepayang ia menjadi pengajar ilmu pertanian di SMK Teluk Kepayang.

Maih banyak Waluyo-Waluyo lain yang sedang berjuang di berbagai daerah di Indonesia di bawah program Indonesia Gemilang Al Azhar Peduli Ummat. Merekalah pahlawan tanpa tanda-tanda kelelahan karena terus berjuang demi keberdayaan masyarakat desa di wilayah Indonesia.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please type the characters of this captcha image in the input box

Please type the characters of this captcha image in the input box