Setahun Saung Ilmu, Warga Bara Lestari Kini Bisa Bayar PAUD dengan Sampah

saung-ilmu-bara-lestari-3

Hari ini (Selasa 01 November 2016) adalah tepat 1 tahun sudah usia Saung Ilmu di Desa Gemilang Bara Lestari. Setahun lalu Saung Ilmu ini didirikan oleh masyarakat Desa Keban Agung, Kec. Lawang Kidul, Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan bersama Dasamas (Da’i Sahabat Masyarakat) yang diutus LAZ Al Azhar bernama Ust Miftahul Akhyar.

Setahun berdiri kini sudah banyak perubahan dan manfaat yang dirasakan masyarakat Bara Lestari. Dulu warga sangat terbelakang bahkan belum memiliki struktur pemerintahan. Sejak terbentuknya kepala dusun dan perangkatnya Perumahan Bara Lestari kini resmi menjadi Dusun V Desa Keban Agung. Rasa percaya diri masyarakat juga sudah mulai tumbuh terbukti dengan aktifnya pengajian, TPA, bimbel, berdirinya bank sampah hingga sudah terbentuknya PAUD Al-Khoir. Program Dapur Hidup juga telah berhasil menurunkan angka belanja keluarga.

saung-ilmu-bara-lestari-2jpgHal luar biasa yang terjadi akhir-akhir ini ialah ketika adanya sinergi antara PAUD dan bank sampah. Murid PAUD yang berasal dari keluarga tidak mampu, bisa mencicil biaya dengan menabung sampah di bank sampah. Nanti hasil dari menabung sampah warga ini akan disetorkan ke pengurus PAUD sebagai biaya pendidikan anak mereka.

Dasamas Ust Miftah menjelaskan biasanya warga Bara Lestari seminggu sekali menabung di Bank Sampah, termasuk orang tua dari anak yang sekolah di PAUD.

“Warga menabung sampah semampunya, kemudian pengurus bank sampah menyetorkan hasil tabungannya ke pengelola PAUD sebagai biaya pendidikan. Harga sampah tergantung jenisnya, dan warga juga memiliki buku tabungan sebagai pencatatan. Alhamdulillah sinergi yang sederhana ini bisa membawa manfaat besar bagi keluarga tidak mampu”, ujar Miftah.

Ibu Wati salah satu warga Bara Lestari mengaku senang. Kini ia bisa mencicil biaya sekolah anaknya di PAUD Al Khoir dengan barang-barang yang sudah tidak terpakai. Sampah-sampah itu ia setorkan kepada Bpk Febri selaku ketua Bank Sampah. “Alhamdulillah, sekarang warga kecil seperti saya dapat teringankan dalam membiayai pendidikan anak,” kata Ibu Wati sumringah.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please type the characters of this captcha image in the input box

Please type the characters of this captcha image in the input box