Program Desa Gemilang Bikin Kepincut OJK

Pada Hari Jum’at (19/08) kemarin Bapak Mulya Siregar bersama Tim Pokja OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan direksi bank-bank syariah yang tergabung dalam Tim Penyusun Green Book Skema Pembiayaan Pertanian Organik melakukan studi banding di salah satu Desa Gemilang di Dusun Baran-Mundu, Kel. Puloharjo, Kec. Eromoko, Kab. Wonigiri.

Tim dari OJK, lembaga Negara yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan ini kepincut dengan konsep program Indonesia Gemilang yang telah mampu mensejahterakan 35 desa binaan LAZ Al Azhar dari 11 propinsi.

Baran-Mundu menjadi desa mandiri pupuk dan para petaninya telah menggunakan pupuk organik padat yang diproduksi secara mandiri oleh masyarakat melalui KUB Rumah Rabuk Umbaran.

Peningkatan hasil produksi padi dan produk pertanian lainnya secara kualitas dan kuantitas sangat dirasakan oleh masyarakat dengan pupuk organik. Sistem ketahanan pangan pun terbangun dengan baik dan kuat.

Saung Ilmu yang menjadi kelembagaan lokal sebagai pusat interaksi masyarakat, pengetahuan dan keterampilan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun keberdayaan seluruh elemen masyarakat. Di Saung Ilmu dengan didampingi DASAMAS (Da’i Sahabat Masyarakat) terdapat kelompok ternak, kelompok tani, tabungan gemah ripah, kelompok rumah rabuk, dll yang secara sinergis bersama-sama mewujudkan Desa Gemilang.

Tabungan Gemah Ripah (TGR) yg diinisiasi oleh pendamping masyarakat juga mampu membangun habit menabung dan menambah penghasilan keluarga.

TGR adalah tabungan masyarakat berupa hasil tanaman hortikultur polibag yang ditanam di pekarangan rumah dan produk-produk pertanian lainnya. Komoditi tabungannya berupa cabe, tomat, terong, kecipir, kelapa, pisang, asem, dll.

1/2 kg cabe, 1 kg tomat, terong dll tersebut disetorkan ke Saung Ilmu yan dicatat di buku tabungan dan setelah dikumpulkan dijual ke pedagang. “Nabungnya sayuran, saldonya jutaan”.

Di hari yang sama, Tim Pokja OJK Pertanian Organik bersama Tim Peneliti dari Pertanian UGM juga melakukan studi banding dan observasi di Desa Gemilang, Desa Pelakat, Kec. Semende Darat Ulu, Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan.

Pertanian organik juga kuat dilakukan oleh para petani padi, kopi dan tanaman hortikultur lainnya. Dimulai dengan pembangunan infrastruktur pengadaan listrik tenaga mikrohydro (PLTMH), jalan poros desa, dll kini Pelakat menjadi desa mandiri dari sebelumnya desa tertinggal di tengah bukit barisan di ketinggian 1600 dpl.

Setumpuk prestasi dan penghargaan sudah ditorehkan mulai tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional. Terakhir, pada Desember 2015 Desa Pelakat meraih penghargaan dari Kemenhut RI sebagai Desa Proklim Terbaik se-Indonesia.

Saung Ilmu dan pendamping masyarakat memiliki peran penting dan strategis dalam membangun desa yang gemilang.

Kini, orang kota banyak belajar ke orang desa.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please type the characters of this captcha image in the input box

Please type the characters of this captcha image in the input box