Saung Ilmu dan Dasamas Kunci Gemilangnya Desa

Salah satu kunci dan indikator berhasilnya sebuah program pemberdayaan masyarakat adalah terwujudnya inisiatif masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam penyusunan, pelaksanaan dan mengawal keberlanjutan program-program pembangunan masyarakat. Atau dalam kata lain, masyarakat mampu diarahkan untuk menjadi subyek pembangunan.

Saung Ilmu Desa Pelakat
Saung Ilmu Desa Pelakat

Al Azhar Peduli Ummat (APU) memahami betul bahwa membangun keberdayaan masyarakat bukanlah pekerjaan yang mudah dan singkat. Diperlukan effort besar untuk mewujudkannya. Dibutuhkan kecerdasan dan kecermatan dalam melakukan assesment, mendesain program, menyususn strategi implementasinya, dan menjaga konsistensi dalam melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan program berjalan sesuai dengan tahapan dan target capaiannya dengan indikator-indikator tertentu. Kelihaian dalam merajut sinergi dengan stakeholder pembangunan masyarakat juga diperlukan, seperti memperkuat sinergi dengan pihak pemerintahan terkait, para akademisi, para pebisnis penyandang dana dan masyarakat luas. Sehingga pihak-pihak tersebut bisa saling menguatkan dan tidak terjadi tumpang tindih program.

Dasamas, Dai sahabat masyarakat
Dasamas, Dai sahabat masyarakat

Dalam implementasi progam-program pemberdayaan masyarakat di setiap desa atau kelompok masyarakat, APU menyiapkan “knowledge center” yang mampu mewadahi segala aktifitas pemberdayaan masyarakat dan menjadi pusat interaksi masyarakat dampingan dengan stakeholders yang bersinergi.  Knowledge center yang dinamai dengan Saung Ilmu dan dilengkapi dengan sarana komputer dan jaringan internet ini berfungsi sebagai pusat pengetahuan masyarakat, wadah untuk musyawarah penyusunan program-program pembangunan desa dan tempat bercengkeramanya mereka melepas lelah dan penat setelah beraktifitas. Hal ini karena di Saung Ilmu terdapat lapangan olahraga dan arena bermain anak yang menjadi daya tarik masyarakat berkumpul. Tidak jarang pula, ide-ide dan inovasi pembangunan desa muncul dari suasana guyub dan obrolan ringan masyarakat di Saung Ilmu.

Hidupnya kepengurusan dan aktifitas Saung Ilmu merupakan kunci keberhasilan program. Namun, itu saja belum cukup. Ada peran pendamping atau fasilitator masyarakat yang juga menentukan tercapai atau tidaknya target-target capaian program pemberdayaan masyarakat. Pendamping masyarakat yang disebut Dasamas (Da’I Sahabat Masyarakat), menjalankan fungsinya sebagai fasilitator, motivator, trainer, mobilisator bahkan coacher di tengah-tengah masyarakat dengan beragam profesi dan karakternya. Merekalah yang menjadi perekat seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menggali dan menaksir diri akan potensi daerah yang kemudian menyusunnya dalam bentuk rencana program pembangunan desa, dan masyarakat pulalah yang melaksanakannya secara bergotong royong berbagi peran. Dan, pada akhirnya masarakat itu sendirilah yang memetik hasil dari program-program pemberdayaan masyarakat.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please type the characters of this captcha image in the input box

Please type the characters of this captcha image in the input box