70 Tahun Indonesia Merdeka, Desa Gemilang Merdeka Listrik Hingga Riba

Sudah 70 tahun Indonesia Merdeka, desa-desa gemilang binaan Al Azhar Peduli Ummat dibawah program Indonesia Gemilang juga turut merasakan indahnya terbebas dari masa ‘penjajahan’. Bukan ‘dijajah’ oleh tentara Belanda atau Jepang, melainkan oleh ketertinggalan dan keterpencilan. Desa-desa gemilang yang saat ini berjumlah 35 desa dari 11 provinsi di seluruh Indonesia telah menjadi desa yang mandiri dan memiliki ketahanan pangan.
Rumah-TurbinDi Desa Pelakat Kec. Semende Darat Ulu Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan kini sudah Merdeka Listrik. Sudah sekian lama warganya hidup berselimut kegelapan. Letaknya yang sangat terpencil diujung perbukitan dengan ketinggian sekitar 1300 mdpl membuatnya belum terjamah aliran listrik dari pemerintah. Pertengahan tahun 2013 lalu APU mendirikan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro) bekerja sama dengan PT Bukit Asam Tbk. yang membuat warga Desa Pelakat kini bisa merasakan terangnya kehidupan saat malam tiba. Dengan adanya PLTMH ini, warga hanya cukup membayar iuran listrik dengan sekilo biji kopi atau setara dengan Rp.18.000,- per bulannya. PLTMH serupa juga diterapkan di Desa Pamoyanan Kec. Cibinong, Kab. Cianjur Jawa Barat.
Tengkiang-PadiSelain Merdeka Listrik, Desa Pelakat juga sudah Merdeka Pangan. Setiap keluarga memiliki setidaknya satu hektar sawah dan satu lumbung padi atau disana terkenal denga sebutan tengkiang. Tengkiang ini akan dipenuhi padi yang masih bertangkai dengan kadar air sesuai dan akan disimpan hingga menjelang panen padi berikutnya. Inilah cara mereka menyimpan persediaan bahan pangan, aman tersimpan di lumbung hinhga 1-2 tahun ke depan. Saat kebanyakan masyarakat Indonesia dipusingkan dengan harga kebutuhan pokok yang terus meranjak naik, Desa Gemilang tak panik karena pangan dan nutrisi tersedia secara mandiri.
Rumah-Rabuk-1Beda cerita dengan Dusun Baran dan Mundu yang berada di Kelurahan Puloharjo Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Desa yang berpenduduk sekitar 2.974 jiwa ini telah Merdeka Pupuk. Sekitar awal tahun 2015 ini, APU membangun Rumah Rabuk Umbaran (RUU) yaitu rumah pengolahan pupuk organik yang dikelola secara mandiri dan swadaya oleh masyarakat dengan memanfaatkan kotoran hewan (kohe) ternak dan limbah pertanian. Sebelum adanya Rumah Rabuk, pemanfaatan kohe belum maksimal dan hanya menggunung di setiap kandang warga. Kini produktivitas petani terus meningkat di tengah langka dan mahalnya harga pupuk.
Gemah ripahTak Hanya Merdeka Pupuk, warga Dusun Baran dan Mundu juga mempunyai gerakan penanaman sayur mayur Dapur Hidup di lingkungan pekarangan rumah untuk menurunkan angka belanja rumah tangga. Namun dengan berlimpahnya sayur mayur pada saat waktu panen, akhirnya kelebihan sayur mayur tersebut dikumpulkan setiap hari dalam wadah Tabungan Gemah Ripah. Melalui tabungan ini, masyarakat menyetorkan sayur mayur ke pengurus yang selanjutnya akan dijual ke pasar atau tengkulak. Hasil penjualan ini akan menjadi tabungan masyarakat yang dapat diambil sewaktu waktu yang akan menjadi tambahan pendapatan rumah tangga di Baran dan Mundu.
KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) dibawah program Sejuta Berdaya yang saat ini berjumlah 12 dan tersebar di sejumlah desa telah menyadarkan masyarakat tentang bahaya dan mudharat dari praktek riba, sehingga membuat para anggota nya yang merupakan para pelaku usaha kecil menengah ini Merdeka dari praktek yang diharamkan oleh Allah SWT itu.
KSM Sb

Selain mendapat pinjaman modal usaha bebas riba, di KSM juga digelar pengajian rutin sebagai ajang memperkuat silaturahmi dan keagamaan. Kemudian mereka juga disertakan dalam setiap kegiatan pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan APU untuk mempertajam skill wirausaha. Kini usaha yang digeluti para anggota KSM berjalan dengan lancar tanpa harus memikirkan besarnya iuran yang harus disetorkan kepada rentenir.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please type the characters of this captcha image in the input box

Please type the characters of this captcha image in the input box