Geliat Desa Sikapat Menuju Kegemilangan

Fasilitas air bersih masyarakat diambil dari sungai yang dialirkan ke desa. Dengan keterbatasan persediaan air, tidak semua masyarakat mendapatkan air bersih. Pengelolaannya pun kurang baik sehingga kebocoran pipa kurang dihiraukan masyarakat.

Al-Azhar Peduli Ummat bersinergi dengan LAZIS Mafaza Peduli Ummat menempatkan DASAMAS, Ustadz Muhammad Say’in di Sikapat yang kemudian menghidupkan kembali kebersamaam dan kegotong-royongan masyarakat di sana.

Diiringi dengan terbentuknya SAUNG ILMU As-Salam yang diketuai oleh Pak Sofyan yang berfungsi sebagai tempat interaksi, edukasi dan tempat belajar berorganisasi. Masyarakat Sikapat mulai bergerak untuk membangun desanya. Masjid As-Salam pun mulai makmur dengan kegiatan keagamaan dan pendidikan masyarakat. Pelayanan kesehatan pun mulai dirasakan dengan pengadaan pelayanan kesehatan untuk balita dan lansia setiap bulan yang berpusat di Saung Ilmu As-Salam.

Desa Sikapat, Kec. Sumbang, Banyumas berada di sebelah selatan kaki Gunung Slamet. Pada tahun 2014 lalu desa ini terlihat sebagai desa yang sulit diakses dan terpencil. Kebanyakan masyarakat di sana adalah petani penderes kelapa, sebutan petani pembuat gula kelapa. Banyak juga remajanya yang bekerja ke Batur Raden.

Desa SikapatSecara fisik perubahan terlihat dengan hijaunya pekarangan rumah masyarakat dengan sayur mayur. Hampir di setiap rumah, ada 30 polibag tanaman terong, cabe dan lain-lain yang disusun rapi.

Awalnya mereka menganggap ini kurang bermanfaat karena ketidakfahaman tentang penurunan angka belanja keluarga. Namun seiring dengan edukasi di Saung Ilmu oleh Dasamas dan langsung dirasakan sendiri manfaatnya, masyarakat semakin antusias untuk menanam sayur mayur.

Saat ini pengurus Saung Ilmu akan menyebarkan 3.000 polibag tambahan ke masyarakat. Selain itu, kesadaran gotong-royong dan kebersamaan sangat terlihat di masyarakat. Ketika ada kerusakan parah pada fasilitas air bersih, mereka langsung bergotong-royong memperbaiki itu. Bahkan mereka merelakan sebagian dana BLSM dari pemerintah yang diterima keluarga dhuafa untuk membeli 25 batang pipa yang hanyut terbawa air sungai di sumber air bersih.

Terlihat perubahan fisik dan karakter masyarakat secara kolektif menuju kegemilangan Desa Sikapat yang bersumber dari peningkatan pemahaman mereka akan pentingnya kebersamaan dan menurunkan angka belanja di setiap keluarga untuk kemandirian dan keberdayaan masyarakat Desa Sikapat.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please type the characters of this captcha image in the input box

Please type the characters of this captcha image in the input box