Wong Selebes Berhasil Sehatkan Ibu dan Balita di Desa Rannaloe, Makassar

Sering membaca tentang kisah heroik Dasamas dan Relasimas tapi belum kenal mereka secara pribadi? Sekarang kita kenalan dengan orang hebat dari pulau Selebes.

Pria kelahiran Salatiga 9 Februari 1974 ini mengawali menjadi mitra Al Azhar Peduli Ummat sejak Idul Qurban 2009. Dilanjutkan dengan program Beasiswa 3G, hingga pada tahun 2011 mendirikan Sahabat Peduli Makassar yang menjadi mitra Al Azhar Peduli Ummat hingga saat ini.

Bapak Ilyas Abdullah ini adalah Kepala PUSKESMAS Sapaya, Kec. Bungaya, Kab.Gowa, Sulawesi Selatan, tak heran jika Desa Rannaloe menjadi desa gemilang yang paling menonjol program kesehatannya.

Bersama istri tercinta Ibu Yustiana, seorang bidan beliau melakukan sosialisasi program Indonesia Gemilang. Ternyata medan yang harus dilalui sangatlah terjal dan terkadang tak ada signal. Sebagai relawan Pak Ilyas dan istrinya bekerja penuh keikhlasan dan suka cita. Beliau mengungkapkan bahwa bersinergi dengan APU bisa menjalin silaturahim dengan saudara- saudara yang baru, bisa tahu keanekaragaman suku serta adat istiadat di daerah lain. Karena mitra APU setiap tahun bertambah tak jarang mereka saling mengunjungi satu sama lain, menambah ilmu dan persaudaraan.

Ayah dari Gatot Rahmat Sayfullah dan Tyas Rifqah Nabilah ini juga mengungkapkan hampir tidak ada duka yang berarti, paling jika ada urusan kantor yang berbarengan dengan kegiatan di Desa Gemilang di sinilah seninya membagi waktu, terangnya.

Sahabat Peduli Makassar dibantu oleh para relawan tangguh, ada relawan yang menetap dan ada yang mobile. Mereka merupakan perpanjangtanganan dari program-program Al Azhar Peduli Ummat. Pemerintah dan masyarakat Makassar berterimakasih pada Al Azhar Peduli Ummat yang telah menempatkan program desa gemilang di Rannaloe.

Dengan adanya desa gemilang, Program Posyandu plus Baruga Ilmu (Saung Ilmu) maka masyarakat sudah merasakan manfaatnya dengan tersedianya aneka jenis sayur di halaman rumah masing-masing warga. Demikian pula dengan pemeriksaan ibu hamil dan balita juga sudah rutin dilaksanakan tiap bulan, pertolongan persalinan juga sudah seluruhnya di tolong oleh bidan desa atau bidan gemilang, yg bekerjasama dengan pendamping desa gemilang untuk menjangkau daerah yg sulit dijangkau karena medan yg berat tadi.

Pak Ilyas berharap untuk mempermudah akses komunikasi maka pendamping desa gemilang dan bidan desa dilengkapi dengan HT sehingga jika ada kasus emergensi dengan mudah masyarakat menyampaikan ke pendamping yg selanjutnya diteruskan kebidan gemilang untuk di tangani secara maksimal. Semoga kedepannya sinergi bisa lebih ditingkatkan untuk menebar kebaikan dan kemaslahatan di muka bumi ini, tutupnya.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please type the characters of this captcha image in the input box

Please type the characters of this captcha image in the input box