Pria Lulusan SD ini Suburkan Lahan di Pedalaman Kalimantan

Tak perlu gelar sarjana untuk menjadi orang yang berguna. Inilah yang selalu menjadi pegangan kuat Kang Cece dalam berkarya membangun desa. Lelaki bernama lengkap Cece Saepurramdon asal Sukabumi ini sudah bergabung menjadi Dasamas (Dai Sahabat Masyarakat) dalam program Indonesia Gemilang besutan LAZ Al Azhar Peduli Ummat sejak tahun 2014 lalu.
 
Kang Cece 1
Sejak kecil Cece memang sudah berkecimpung di dunia pertanian. Lelaki murah senyum yang hanya lulus SD ini belajar ilmu pertanian dari orang tuanya dan otodidak. Ia juga tak jarang melakukan eksperimen-eksperimen dalam bercocok tanam agar bisa mendapatkan hasil panen yang memuaskan.
 
Perjalanan hidupnya kemudian mempertemukannya dengan Al Azhar Peduli Ummat 2 tahun silam. Ia mendapat amanah sebagai pendamping masyarakat dalam bidang pertanian di Desa Tanjung Hanau, Kec. Danau Sembuluh, Kab. Seruyan, Kalimantan Tengah.
 
Desa Tanjung Hanau adalah desa yang sangat terpencil. Untuk menuju ke desa ini hanya bisa ditempuh dengan memakai klotok, perahu kecil dengan berbahan bakar solar. 120 kk warga tinggal di bibir sungai Seruyan dan menggantungkan kebutuhan dasarnya pada sungai, hutan dan perkebunan sawit.
 
Masakan favorit ibu rumah tangga di desa ini berbagai jenis menu yang bersumber dari ikan sungai yang masih banyak melimpah. Bahkan tempe bagi mereka adalah makanan mewah yang jarang dapat dinikmati.
 
Kang Cece 3
Petani di desa ini juga tidak paham cara bertani meski lahan melimpah. Alhasil, sayur mayur di desa ini masih sangat terbatas. Jika ingin memasak sayur mereka harus menunggu kelotok penjual sayur dari Sampit yang datangnya seminggu sekali. Jika klotok penjual sayuran tidak melewati desa, maka mereka urung memasak sayuran.
 
Melihat kondisi tersebut Kang Cece tidak langsung menggurui para petani disana. “Pertama saya bikin demplot pertanian sendiri. Saya percaya kalau nanti hasilnya bagus banyak warga yang datang dan bertanya bagaimana caranya. Nah dari situ baru saya ajarkan mereka agar kedepannya mereka terapkan di lahan masing-masing,” jelas Cece saat menceritakan pengalamannya.
 
Awalnya masyarakat kurang antusias karena tradisi mereka dalam bercocok tanam adalah ladang berpindah dan tidak memperhatikan masalah perawatan yang intensif setiap hari.
 
Namun setelah sekitar 2 bulan ditekuni, tanaman cabe, tomat, pare, bawang, mentimun dan sayuran lainnya terlihat rimbun dan subur. Bahkan terong ungu mampu tumbuh begitu besar dan menarik perhatian masyarakat, karena ibu-ibu di sini baru pertama kali melihat bentuk pohon terong.
Kang Cece terong
 
Melalui tangan dingin seorang Cece, saat ini lahan-lahan kosong disulap menjadi kebun-kebun produktif yang menghasilkan. Wargapun berduyun duyun datang ke lahan pertanian Kang Cece meski sekedar ingin melihat-lihat lalu membeli hasil pertanian sayur mayur untuk kebutuhan dapur mereka.
 
Saat ini, masyarakat di Tanjung Hanau tidak usah menunggu kelotok penjual sayuran untuk membeli sayur mayur. Bahkan saat ini mereka telah membuat dapur hidup sendiri di sekitar rumah sehingga terong dan sayur mayur dapat tercukupi dari lahan rumah mereka.
 
Jikalau tidak ada, maka cukup mereka datang ke lahan demplot dan memanggil Kang Cece untuk meminta izin memetik terong di lahan tersebut dengan membayar sekedar kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan dapur keluarga.
 
“Alhamdulillah Kang Cece datang membawa keberkahan, sekedar terong tuk sayur tak usah lagi menunggu kelotok penjual sayuran yang tak pasti datangnya,” sahut seorang Ibu di desa Tanjung Hanau.
 
Salah satu petani juga turut merasakan dampak positif dari kehadiran Kang Cece. “Keberadaan Kang Cece di Desa kami merupakan anugerah bagi masyarakat disini. Ilmu pertanian yang beliau ajarkan sangat membantu meningkatkan produktifitas hasil pertanian kami. Bimbingan dan arahan dari beliau juga membuat kami semakin yakin bahwa dengan pertanian kami bisa mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga kami,” tutur Sapri salah satu petani Desa Tanjung Hanau.
Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please type the characters of this captcha image in the input box

Please type the characters of this captcha image in the input box