JEMAWAN DESA GEMILANG

Demplot dapat diartikan sebagai percobaan. Namun di dalam perjalananya lazim disebut dan dianggap sebagai percontohan. Dengan lebih jelasnya Demplot atau Demontration Plot adalah suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat & membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan. Demplot bisa berupa inovasi teknologi budidaya, VUB (Varietas Unggul Baru), pemupukan dan lain-lain, disesuaikan dengan demografi wilayah & potensinya.

Program Indonesia Gemilang yang digagas oleh Al Azhar Peduli Ummat yang bersinergi dengan Yayasan Klaten Peduli Ummat (YKPU); mengambil titik berat demplot  usaha tahu yang  terintegrasi dengan peternakan & pertanian; sehingga menjadi rantai usaha yang terpadu dengan istilah Integrated Farming & Busines System. Program yang dilaksanakan di Dukuh Girirejo, Desa jemawan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten ini mengusung nama Jemawan Desa Gemilang.

Program ini dilaksanakan berawal dari adanya hasil pemberdayaan pabrik tahu yang dibiayai dari dana ZIS yang dikelola oleh APU bersinergi dengan YKPU dan FUI Klaten. Pabrik tahu yang kita ketahui menghasilkan limbah cair dan padat; yang selama ini belum termanfaatkan, menjadi landasan pemikiran untuk memanfaatkannya. Berikut penjelasannya :

Pabrik Tahu APU

Adanya Pabrik Tahu APU hasil pemberdayaan dari dana ZIS, yang sudah berjalan hampir setahun dan sudah berproduksi rata-rata 3 kwintal perhari. Dari Tahu APU ini mampu memberdayakan ratusan orang, mulai dari manajemen pengelola, pengelola dan pemanfaat ampas tahu, penjual dan pemotong kayu bakar, suplier plastik dan gas, agen dan sub agen pengecer hasil produksi tahu, masyarakat penikmat tahu APU.

Pabrik Tahu APU Menghasilkan Limbah Cair dan Limbah Padat

a. Limbah Cair; berupa air yang bercampur dengan jonjot-jonjot tahu, air kecutan/ biang, air sisa rebusan, air rendaman kedelai, air rendaman pendinginan tahu dan air yg lainya. Limbah cair yang dihasilkan setiap harinya kurang lebih 5000 liter, baru termanfaatkan kurang dari 20% untuk minum ternak Sapi. Selebihnya, oleh Team Desa Gemilang di Klaten memanfaatkannya dengan membuat pupuk cair dari limbah tahu. Selanjutnya, dilakukan percobaan pertanian dengan pupuk organik padat (kotoran ternak) dari ternak yang diberi makan limbah padat/ampas tahu.

b. Limbah Padat; yang dihasilkan dari produksi tahu, berupa ampas tahu dan remukan/serpihan-serpihan calon tahu yg tidak jadi. Ampas tahu ini sudah termanfaatkan 100% untuk pakan ternak sapi, kambing & kelinci, sebagian kecil untuk pakan bebek. Disamping pakan ternak hijauan yang ditanam dengan pupuk kandang.

Peternakan dan Pertanian

Terintergrasi dengan pabrik tahu, Peternakan dan pertanian adalah bidang yang paling cocok untuk disinergikan. Hasil limbah padat (ampas tahu) yang dimanfaatkan untuk pakan ternak sangatlah cocok untuk mempercepat penggemukan karena kandungan protein yang masih tinggi, meskipun dikatakan sebagai ampas. Limbah dari peternakan berupa FESES dan URINE (Pupuk Kandang) sangat bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik bagi tanaman.

Pupuk Kandang Padat & Cair

Pemanfaatan pupuk kandang digunakan sebagai pupuk tanaman pertanian di sawah, sangat membantu menghemat biaya pupuk kimia yang sekarang tergolong mahal. Selain untuk tanaman pertanian dan perkebunan, pupuk kandang digunakan untuk memupuk tanaman rumput gajah (jawa=kolonjono) untuk pakan hijauan bagi ternak Sapi dan kambing.

Bio Gas

Bio gas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk di antaranya; kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam bio gas adalah metana dan karbondioksida.  Bio gas dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan maupun untuk menghasilkan listrik.

Limbah cair tahu ditambah Urine sapi/kambing dan Feses Sapi/kambing yg dicampur jadi satu, dan di masukkan dalam instalasi pemrosesan anaerobik dan fermentasi yang pada akhirnya dapat menghasilkan bio gas.

Saat ini sedang dibangun Instalasi bio gas di belakang pabrik tahu, bersebelahan dengan bak tampungan/pendinginan limbah dan kandang ternak kambing, pembangunan instalasi bio gas ini adalah bantuan dari Pemda Klaten. Hasil bio gas nantinya akan digunakan untuk sumber energi di pabrik tahu, dan untuk perebusan pakan tambahan untuk ternak sapi dan kambing.

Untuk mewadahi seluruh aktifitas, proses dan hasil dari pengelolaan potensi yang tersebut diatas dapat diakses dalam Saung Ilmu. Saung Ilmu yang terintegrasi dengan kegiatan pabrik tahu APU dan Demplot-nya nantinya dapat diakses masyarakat luas berbagai pihak sebagai media pembelajaran dan percontohan, khususnya para petani dan peternak untuk meningkatkan hasil pertanian dan peternakan sehingga meningkat pula kesejahteraan menuju Indonesia Gemilang.

 

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please type the characters of this captcha image in the input box

Please type the characters of this captcha image in the input box