DANGAU, Simpanan Menuju Tanah Suci

Lain di sawah lain pula di ladang. Di sawah, masyarakat Desa Pelakat, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan membudidayakan padi sebagai sumber bahan pangan yang kemudian disimpan di dalam Tengkiang. Setiap keluarga di desa Pelakat dan sekitar kecamatan Semende Darat Ulu memiliki ladang yang ditanami kopi. Hitungan ladang kopi yang dimilikinya pun terbilang tidak sedikit, yakni sekitar 1-2 hektar (Setengah bukit).

Di ladang kopi ini mereka mendirikan Dangau, tempat istirahat saat merawat kopi sekaligus sebagai tempat menyimpan biji kopi. Di dalam dangau juga terdapat tungku yang digunakan untuk pengasapan sekaligus menimati nikmatnya kopi semende.

Karena masyarakat Desa Pelakat sudah memeiliki rotasi budidaya yang begitu rapi, maka sistem dangau pun tak jauh beda dengan sistem tengkiang. Biji kopi dipanen hingga waktu panen yang tepat, merah dan matang di pohon.

Mereka akan menyimpan biji kopi dalam waktu sekitar satu tahun, yang membedakannya adalah tujuanya. Jika Tengkiang ini dimaksudkan sebagai sistem cadangan dan ketahanan pangan, lain halnya dengan Dangau disiapkan sebagai sistem tabungan untuk membiayai putra-putrinya di pesantren dan membayar Ongkos Naik Haji.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please type the characters of this captcha image in the input box

Please type the characters of this captcha image in the input box