RAGAM INDONESIA GEMILANG (Bag. 2)

Kini 15 dari 22 desa sudah selesai assessment dan sudah memulai program menuju Indonesia Gemilang.  Ragam dan rupa potensi, baik sumber daya alam, SDM, maupun sosial merupakan kearifan lokal yang menjadi modal menuju Indonesia Gemilang.

– Tengkiang, sistem ketahanan pangan masyarakat Desa Pelakat, Semende Darat Ulu, Muara Enim, Sumsel.

RagamIG2

– Dangau, investasi menuju tanah suci. Masyarakat Desa Pelakat juga petani kopi kini ditingkatkan dengan pengolahan pasca panen. Potensi air di Desa Pelakat juga dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) 35kW.

RagamIG4

– Bagi masyarakat Puloharjo, Kecamatan Eromoko, Wonogiri, jagung juga merupakan cadangan pangan. Lumbung Desa, Dusun Baran-Mundu, Puloharjo ini berjalan baik, kini cadangan padi mencapai 4 ton. Lumbung padi dan jagung merupakan bagian dari sistem ketahanan pangan msyarakat Mundu-Baran, Puloharjo.

RagamIG7

– Diskusi kelompok tani sebagai upaya peningkatan kapasitas petani Desa Jemawan, Klaten, Jawa Tengah . Dengan potensi agro, petani desa Jemawan ini akan mendukung sistem Pertanian Berkelanjutan.

TahuAPU0

– Rumah Tahu APU, didirikan sebagai unit usaha masyarakat di Desa Jemawan dalam upaya kesejahteraan. Tahu APU sari nabati Desa Jemawan ini diproses secara bersih, sehat, tanpa bahan pengawet.

RagamIG9

– Ragam dari Desa Ngepos, Banyuurip, Magelang: SLTA (Sonjo, Layat, Tilik, Aweh). SLTA (bertandang, belasungkawa, menengok, memberi) sebagai upaya kerukunan dan mengatasi masalah/musibah bersama-sama.

RagamIG10

– Bagi desa tepi Sungai Seruyan Kalimantan Tengah, tak akan menemui jalan hotmix, tapi hanya berupa titian dari kayu ulin.

RagamIG11

– Klotok adalah alat transportasi masyarakat Desa Paren, Banua Usang, Tanjung Hanao, yang ada di tepi sungai seruyan.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please type the characters of this captcha image in the input box

Please type the characters of this captcha image in the input box