MENEMBUS RIMBA KALIMANTAN MENUJU INDONESIA GEMILANG

Pagi itu cuaca di Kab. Seruyan Kalimantan Tengah cukup cerah. Kami tim Indonesia Gemilang bersiap-siap untuk melakukan assessment di 3 Desa, yaitu Desa Paren, Banua Usang, dan Tanjung Hanao, yang berlokasi di tepi Sungai Seruyan. Kami pun rela berdesakan di klotok untuk menyusuri sungai kecil menuju ke-3 desa tersebut. Perahu klotok atau ketinting ini adalah kendaraan masyarakat tepi Sungai Seruyan untuk beraktifitas menuju kebun dan nelayan mereka, karena tidak semua wilayah di tepi sungai seruyan ini bisa diakses melalui jalur darat.

Dengan menaiki perahu klotok, kami menyusuri sungai kecil untuk membelah rimba Kalimantan yang masih lebat dan asri. Keindahan alam di sepanjang perjalanan memang sungguh luar biasa. Air sungai yang jernih memantulkan bayangan rimba Kalimantan yang begitu indahnya. Sungguh menakjubkan. Selain itu, jarak air sungai ini hanya beberapa ruas jari dari bibir perahu klotok kecil yang kami tumpangi. Sehingga membuat perjalanan menjadi cukup menegangkan. Setelah melewati rimba, kami lalu menyusuri Sungai Seruyan. Sungai yang memiliki lebar sampai 300 m dan kedalaman hingga 6 m ini kami lalui selama 15 menit.

Alhamdulillah, setelah melewati perjalanan yang luar biasa, akhirnya sampailah kami di dermaga desa. Ketiga desa yang kami kunjungi ini begitu ramah menyambut kami. Di desa kami berdiskusi dengan tokoh masyarakat yang mewakili berbagai profesi yang begitu antusias dan semangat.

Setelah itu kami pun melanjutkan dengan berjalan kaki untuk menyambangi warga sekitar, untuk menyerap aspirasi, potensi dan harapan warga. Terkadang anak-anak kecil sekitar mengiringi kemana kami berjalan menyusuri desa, mereka begitu begitu lugu dan menyenangkan.

Hal luar biasa lainnya yang kami dapat dari masyarakat tepi Sungai Seruyan ialah, selain ramah, mereka juga pekerja keras. Dengan prinsip hidup yakin dan kerja keras inilah yang membuat mereka selalu bersyukur terhadap apa yang Allah berikan kepada mereka meski mereka berada di daerah terpencil dan jauh dari keramaian.

Akhirnya kegiatan assessment berakhir pada petang hari, kami pun kembali naik klotok untuk menyusuri sungai membelah rimba. Kami bangga dan bersyukur bisa besilaturahim dengan masyarakat desa tepi Sungai Seruyan. Semoga Allah mempertemukan kembali dalam rahmat dan ridho-Nya, bangkitlah Indonesiaku.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please type the characters of this captcha image in the input box

Please type the characters of this captcha image in the input box